3 Juli 2010

Some of Sungha Jung's pic


baby Sungha :3



once upon a time..



Sungha's room..



peace ^^v



Sungha in Paris



Tea time ;D



Sleep @ airport



Korea Sparkling Concert



listen to the melody~



He plays the guitar so seriously






Trace Concert



USA tour



damn cute!!!

I love the way he plays fingerstyle acoustic guitar! :3

Sungha Jung - Another Talented Boy

gara-gara kemaren si Fenny ngepost link youtube di facebook dengan thumbnail image nya yang 'menarik' yaitu bocah, cowo, chinese, lagi main gitar.. jadilah gue klik link itu.. and guess what? pas gue play, ANJRITTTTTTTTTTTTTT INI BOCAH AMAZING BANGEEEEEEEEEETTTT!!!!!!!!!!!!! langsung in love sama Sungha Jung.. gilaaaaaaaaaaa!!!!!! secara, Sungha ini memainkan instrumen acoustic guitar, and as you know, gue paling suka sama yang namanya music akustik!!!!! sumpah gue ngga nyante banget nih.. haha.. jadilah gue nyari informasi tentang Sungha ini.. dan gue nemu Official Sitenya : http://sunghajung.com
dan ini sedikit tentang Sungha Jung yang gue copy dari Official Sitenya itu :


-------------------------------------------------------------------------------------------------
Sungha Jung
(Born South Korea on September 2, 1996)

Hi, I'm Sungha Jung from South Korea.
My dream is to become a professional acoustic fingerstyle guitarist.

I had been watching my dad play the guitar for awhile before I finally jumped on it myself three years ago.

Currently, I am taking drum lessons and teaching myself fingerstyle guitar.
I used to not have tabs for the music that I played in my videos.
I just listen and pick them up directly from the sound source in videos available on the internet.
However, recently, I have started playing with original tabs whenever they are available to me by courtesy of the authors.
My old guitar is custom made by Selma to fit my body size, and on it, Thomas Leeb wrote "Keep on grooving to my friend."

As of Jan. 1st, 2009 Lakewood acts as sponsor for my guitar officially.
I'm very grateful to those prominent guitarists who have had a great influence on my guitar playing.
I'll continue to study them and learn more about interpretation of music and various playing techniques.
My daily practice routine lasts for one to two hours when school is open, but I play up to three hours a day during the school breaks.
It usually takes me two to three days to practice and videotape a new piece but sometimes up to a week for more difficult ones.

Last, but certainly not least, I can't thank Ulli Bogershausen enough for being my musical inspiration. "
sign.jpg

-------------------------------------------------------------------------------------------------
dan ini Youtube Channel nya : http://www.youtube.com/user/jwcfree
and these are FUCKIN DAMN AMAZING!!!!!!








dia juga udah ngeluarin album :

bisa di pesan secara online kok (click the image).. tapi kalo di Indonesia, kurang tau ada apa ngga penjualannya.. oke just it, masih melting nih gara2 liat Sungha maenin More Than Words~

I didn't mean to hurt you, but hell yeah, I just told you the truth

I'm not sure it could be work..
I'm not sure.... really..
There's so much reasons..
and I can't explain it at all..
But, I'll help you as much as I can..
Sure..

with heavy heart, I have to say, I prefer to help HIM than you.. sorry :(
don't ask why, I've said before,
There's so much reasons!!!!!!!

1 Juli 2010

Punya DSLR = Anak Gaul

tadi sore, pas lagi maenan FB.. kak Eva ngepost link dari kaskus, dan gue tertarik karena ada kata "fotografi" dan thumbnail imagenya itu gambar kamera DSLR (saking terobsesinya gue akan gadget itu-_-)
tapi ngga cuma itu sih, gue juga tertarik dengan kata2nya itu.. nih PSnya :


yaudah gue buka linknya.. pas baca, PARAH INI THREAD, GUE SETUJU BANGEEEEEEEEEEET.. pas banget sama pemikiran gue.. nih nih :

"Gan, Ane dapat tulisan bagus nih gan, dari blogger cewek. Ane setuju dengan tulisannya ini, jadi ane re-post di mari buat tahu pendapat agan-agan sekalian..

Quote:
Originally Posted by Alanna
Berapa hari yang lalu gue nulis ini di jurnal deviantart gue, karena responnya cukup banyak dan ada beragam pendapat jadi gue berpikir untuk me-repost nya.

"Kalian ngerasa nggak kalau banyak yang suka fotografi, terutama yang punya DSLR cuma buat gaya-gayaan doang? Kebanyakan sih yang kayak gitu anak-anak seumuran gue. Nih ya gue sering ngeliat anak-anak seumuran gue alias ABG berkeliaran di pusat perbelanjaan dengan mengalungi DSLR, dengan begitu mereka merasa diri mereka keren, gaul, trendy, dan blablabla. Ok jadi mereka beli DSLR untuk GENGSI semata. Tapi kalau mereka ditanya tentang fotografi mereka nggak bisa jawab apa-apa, maaf kalau boleh dibilang kemampuan anak-anak yang kayak gitu NOL BESAR. Bukanya sombong tapi itu kenyataan yang gue liat. Menurut kalian gimana? Eneg nggak sih ngeliat ABG ABG yang kayak gitu?"

Banyak loh anak muda di luar sana yang niat banget buat belajar fotografi, mereka manfaatin kamera seadanya bahkan ada juga yang minjem, kemampuan mereka juga nggak kalah sama yang pake DSLR. Mungkin buat sebagian orang harga sebuah DSLR itu murah, tapi bagi mereka (termasuk gue) DSLR itu bukan barang yang murah, sayang banget kalau barang mahal cuma dipake buat gaya-gayaan, pamer, dan jaga gengsi. Buang jauh-jauh deh pikiran lo kalau fotografi itu hobi anak-anak gaul, fotografi itu bisa bikin lo eksis, dan lain sebagainya. Kalau lo emang suka fotografi serius lah dalam bidang itu, jangan karena lagi ngetrend trus lo memaksakan diri lo jadi suka fotografi. Hal-hal yang sering bikin geregetan tuh yang kayak gini, lo punya DSLR tapi lo nggak tau cara makenya, buat lo DSLR itu cuma sebagai simbol kalau lo suka fotografi. Itu yang menyebabkan timbulnya kecemburuan sosial. Anak-anak yang make kamera seadanya itu pasti iri, geregetan, dan berpikiran 'LO TUH NGGAK PANTES PUNYA DSLR! kok lo bego banget sih punya DSLR tapi nggak bisa makenya, nggak bisa manfaatinnya? terus buat apa lo beli itu kalau toh nggak ada gunanya juga buat lo, mending kamera lo buat gue aja daripada mubazir.' Sayangkan kalau lo beli DSLR mahal-mahal cuma buat dipamerin doang?

Di sini gue cuma mau ngelurusin aja persepsi ABG soal fotografi. Fotografi itu bukan buat gaya-gayaan. Maaf kalau postingan ini agak frontal, tapi sekedar untuk masukan sekaligus sindiran biar mereka yang punya sifat kayak gitu bisa berubah ..."


yah, intinya kayak gitu lah.. dan masih inget kata-kata pembuka gue di posting Tutorial Fotografi for Beginner ?
"percuma lo punya dslr/slr kalo ngga tau dasar-dasarnya fotografi.."


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4536086

Perbedaan Camera DSLR dan SLR

subuh-subuh gini enaknya bahas soal fotografi.. iya ngga? (apa hubungannya?-_-)
oke kali ini pengen ngebahas perbedaan dari camera DSLR (Digital Single Lens Reflex) dan SLR (Single Lens Reflex).. kalo dari referensi yang gue baca DSLR dan SLR adalah camera yang hanya berbeda pada sistem kerjanya.



DSLR (Digital Single Lens Reflex) bekerja dengan sistem digital penuh sejak saat capture obyek foto oleh Image Sensor hingga penulisan pada memory card. Karena itu pada DSLR terdapat lebih banyak tombol dibanding SLR seperti pilihan ISO, White Balance, Preset Scenes, Resolusi dan lainnya, dan yang paling membedakan adalah tersedianya memory slot yang terkadang lebih dari 1.

SLR dalam sistem kerjanya berbeda dengan DSLR, misalnya tidak tersedianya pilihan ISO (karena secara automatis ditentukan oleh casing film yang terbuat dari metal kemudian dicat pada bagian2 tertentu), dan tombol lainnya seperti yang ada pada DSLR.

SLR lebih sederhana, sistem electronicnya hanya berfungsi untuk pengaturan komposisi foto secara automatik (aperture, speed) bagi profesional pengaturan auto ini justru sering di non aktifkan, selebihnya perintah untuk menggulung film maju atau mundur secara automatis.



Pada SLR media penyimpan data gambar disimpan pada film 35MM (analog) tidak diperlukan proses digitalisasi, kompresi data sehingga gambar bisa langsung dilihat hasilnya pada film tersebut. Bila ingin memproses foto lebih lanjut gulungan film inilah yang dibawa ke laboratorium cuci cetak foto.

Sedangkan untuk melihat hasil foto pada DSLR kita harus memakai LCD atau monitor PC dan dibutuhkan software untuk bisa melihat hasil foto maupun editing, tetapi inilah keunggulan DSLR sehingga hasil foto langsung tersaji pada LCD yang tersedia pada tiap DSLR. Bila ingin memproses edit dan cetak foto maka tinggal menyerahkan memory card ke laboratorium cuci cetak foto untuk di copy ke PC mereka. Jadi "good bye" roll film bagi DSLR.