Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan

22 Agustus 2013

1st toycam, 1st roll.


Ini toycam pertama saya, saya beri dia nama Lewis. Si Lewis ini masih pakai roll film, iya, jenis kamera analog. Kelebihannya adalah si Lewis bisa digunakan dalam air karena memiliki waterproof case dan tidak menggunakan baterai. Selain itu, harganya terjangkau. x)

Nama pasarnya adalah Aquapix, you can browse it on FJB Kaskus or other online shop if you want one.

1 roll film jenis Fujifilm Superia ASA 200 sudah saya habiskan. Kebanyakan asal jepret sih dan cuma pakai di darat, belum sempat main ke kolam renang. Karena menggebu-gebu ingin melihat hasilnya, langsung saya bawa ke tempat cuci-scan dan dilayani oleh Aci-Aci yang baik hati.

But disappointedly, this 1st roll is a total failure. Dari 36 exposure, cuma 11 yang jadi. Itupun gambar yang (agak) mendingan cuma seberapa. Then, I'm laughing my a$$ off. I'm not so good at looking for a good view through the viewfinder of this toycam. :|

Tapi dari hasil cuci-scan itu saya cukup puas. Loving the tone color and effect. So grainy and beautifully dramatic. :)

Adversity.. Eh, advertise.
Kesehatan baik untuk olahraga
Mencoba kursi Pak Bupati, sehari sebelum digunakan.
Golden hour. Bad angle. So dusty.
Blue hour. Dusty still.

You see the dust? Sepertinya butuh hunting tempat cuci-scan lain. x)

Dan setelah saya teliti, gambar yang jadi itu cuma gambar yang diambil di luar ruangan. Kesimpulannya, kamera macam si Lewis ini sangat membutuhkan cahaya matahari jika menggunakan film dengan ASA 200. Jadi mungkin kalo mau hasil yang memuaskan dalam ruangan butuh film dengan ASA 400 keatas. Tapi sudah sangat jarang yang menjual jenis film itu.

Sekarang, rol kedua juga sudah hampir habis. Mudah-mudahan gambar yang jadi lebih banyak dari rol pertama. Sangat tidak sabar for the unexpected result. x)

8 Juli 2013

1 Day Trip to Rammang-Rammang

Rencana yang kemarin tertunda, akhirnya jadi hari ini. Hihi. Saya, Fika, Daus, Abba dan kak Mizba start dari sekret himpunan, kita cus naik motor menuju salah satu desa yang terletak di Kabupaten Maros. Letaknya di utara Makassar, terus saja ikuti jalan poros Maros sampai dapat pertigaan Semen Bosowa, nah belok kanan. Tidak jauh dari situ, di sebelah kiri ada gerbang selamat datang yang disponsori oleh salah satu provider warna biru (cieee nda maunya mi sebut merk). Nah masuk ke gerbangnya, kita sudah sampai di Desa Salenrang, Kawasan Rammang-Rammang. Di samping kiri-kanan jalan terbentang sawah yang luaaas sekali. Pemandangan hijau-hijau yang tidak akan ditemukan di kota Makassar. Biasa ji? Eh tunggu dulu, belum selesai cerita. Kita telusuri lagi kedalam, wiiih ada jejeran batu-batu karst di seberang sawah. Tidak ada duanya di Indonesia. Dan katanya ini bukit karst terluas ketiga setelah yang ada di Cina dan Vietnam. Saatnya kita bilang "WOW!". 

Zoom untuk lihat jelas. Blurry karena foto
diambil dari atas motor yang lagi jalan huehe
Pokoknya kita telusuri terus jalan masuknya, semakin ke dalam, eh malah dapat jalanan 'off road' yang licin dan berlumpur, mungkin karena habis hujan. Saya yang tadinya dibonceng sama Fika, Fika nyerah bawa motor. Jadi saya pindah ke motornya Abba, Daus bawa motornya Fika. Sepanjang jalan 'off road' ini bikin deg-degan coy karena jalanannya memang licin sekali. Sempat motornya Abba sudah miring ke kiri, saya dan Abba nyaris jatuh dilumpur, tapi untung dianya lincah. Jadi saya sarankan kalo mau kesini, pake sendal/sepatu yang siap kotor! Kalo saya sendiri pake sendal jepit. Hihi. Lanjut, telusuri lagi kedalam, kita dapat jembatan. Parkir motor di pinggir jalan. Liat kiri-kanan, pemandangannya sungai, pohon nipah, pohon kelapa, gunung dan batu karst. Keren asli! Pas cek HP, ih kodong tidak ada sinyalnya IM3! (Cieee sebut merk mi tawwa).

Panorama shoot
Katanya kita bisa telusuri sungainya dengan menggunakan perahu, biaya sewanya Rp. 150.000 untuk 10-15 orang. Tapi karena kita cuma 5 orang, jadi nda kesampaian mi. Padahal mau sekalika kodong (T.T). Sambil menunggu kak Mamat yang katanya mau nyusul, kita foto-foto dululah :D


19 Juni 2011

Happy Father's Day


Dear Dad,

I may love a lot of boys, and someday I’ll get married to someone out there. But in the end, let me remind you that no matter what happen, you’ll ALWAYS be the BEST GUY EVER for me and the rest of my life. I love you. And I miss you like A freakinLOT :)

30 Agustus 2010

bokeh effect

iseng ga ada kerjaan.. jadinya bikin beginian.. wk











jelek ya.. haha maklum masih newbie

3 Juli 2010

Some of Sungha Jung's pic


baby Sungha :3



once upon a time..



Sungha's room..



peace ^^v



Sungha in Paris



Tea time ;D



Sleep @ airport



Korea Sparkling Concert



listen to the melody~



He plays the guitar so seriously






Trace Concert



USA tour



damn cute!!!

I love the way he plays fingerstyle acoustic guitar! :3

1 Juli 2010

Punya DSLR = Anak Gaul

tadi sore, pas lagi maenan FB.. kak Eva ngepost link dari kaskus, dan gue tertarik karena ada kata "fotografi" dan thumbnail imagenya itu gambar kamera DSLR (saking terobsesinya gue akan gadget itu-_-)
tapi ngga cuma itu sih, gue juga tertarik dengan kata2nya itu.. nih PSnya :


yaudah gue buka linknya.. pas baca, PARAH INI THREAD, GUE SETUJU BANGEEEEEEEEEEET.. pas banget sama pemikiran gue.. nih nih :

"Gan, Ane dapat tulisan bagus nih gan, dari blogger cewek. Ane setuju dengan tulisannya ini, jadi ane re-post di mari buat tahu pendapat agan-agan sekalian..

Quote:
Originally Posted by Alanna
Berapa hari yang lalu gue nulis ini di jurnal deviantart gue, karena responnya cukup banyak dan ada beragam pendapat jadi gue berpikir untuk me-repost nya.

"Kalian ngerasa nggak kalau banyak yang suka fotografi, terutama yang punya DSLR cuma buat gaya-gayaan doang? Kebanyakan sih yang kayak gitu anak-anak seumuran gue. Nih ya gue sering ngeliat anak-anak seumuran gue alias ABG berkeliaran di pusat perbelanjaan dengan mengalungi DSLR, dengan begitu mereka merasa diri mereka keren, gaul, trendy, dan blablabla. Ok jadi mereka beli DSLR untuk GENGSI semata. Tapi kalau mereka ditanya tentang fotografi mereka nggak bisa jawab apa-apa, maaf kalau boleh dibilang kemampuan anak-anak yang kayak gitu NOL BESAR. Bukanya sombong tapi itu kenyataan yang gue liat. Menurut kalian gimana? Eneg nggak sih ngeliat ABG ABG yang kayak gitu?"

Banyak loh anak muda di luar sana yang niat banget buat belajar fotografi, mereka manfaatin kamera seadanya bahkan ada juga yang minjem, kemampuan mereka juga nggak kalah sama yang pake DSLR. Mungkin buat sebagian orang harga sebuah DSLR itu murah, tapi bagi mereka (termasuk gue) DSLR itu bukan barang yang murah, sayang banget kalau barang mahal cuma dipake buat gaya-gayaan, pamer, dan jaga gengsi. Buang jauh-jauh deh pikiran lo kalau fotografi itu hobi anak-anak gaul, fotografi itu bisa bikin lo eksis, dan lain sebagainya. Kalau lo emang suka fotografi serius lah dalam bidang itu, jangan karena lagi ngetrend trus lo memaksakan diri lo jadi suka fotografi. Hal-hal yang sering bikin geregetan tuh yang kayak gini, lo punya DSLR tapi lo nggak tau cara makenya, buat lo DSLR itu cuma sebagai simbol kalau lo suka fotografi. Itu yang menyebabkan timbulnya kecemburuan sosial. Anak-anak yang make kamera seadanya itu pasti iri, geregetan, dan berpikiran 'LO TUH NGGAK PANTES PUNYA DSLR! kok lo bego banget sih punya DSLR tapi nggak bisa makenya, nggak bisa manfaatinnya? terus buat apa lo beli itu kalau toh nggak ada gunanya juga buat lo, mending kamera lo buat gue aja daripada mubazir.' Sayangkan kalau lo beli DSLR mahal-mahal cuma buat dipamerin doang?

Di sini gue cuma mau ngelurusin aja persepsi ABG soal fotografi. Fotografi itu bukan buat gaya-gayaan. Maaf kalau postingan ini agak frontal, tapi sekedar untuk masukan sekaligus sindiran biar mereka yang punya sifat kayak gitu bisa berubah ..."


yah, intinya kayak gitu lah.. dan masih inget kata-kata pembuka gue di posting Tutorial Fotografi for Beginner ?
"percuma lo punya dslr/slr kalo ngga tau dasar-dasarnya fotografi.."


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4536086

Perbedaan Camera DSLR dan SLR

subuh-subuh gini enaknya bahas soal fotografi.. iya ngga? (apa hubungannya?-_-)
oke kali ini pengen ngebahas perbedaan dari camera DSLR (Digital Single Lens Reflex) dan SLR (Single Lens Reflex).. kalo dari referensi yang gue baca DSLR dan SLR adalah camera yang hanya berbeda pada sistem kerjanya.



DSLR (Digital Single Lens Reflex) bekerja dengan sistem digital penuh sejak saat capture obyek foto oleh Image Sensor hingga penulisan pada memory card. Karena itu pada DSLR terdapat lebih banyak tombol dibanding SLR seperti pilihan ISO, White Balance, Preset Scenes, Resolusi dan lainnya, dan yang paling membedakan adalah tersedianya memory slot yang terkadang lebih dari 1.

SLR dalam sistem kerjanya berbeda dengan DSLR, misalnya tidak tersedianya pilihan ISO (karena secara automatis ditentukan oleh casing film yang terbuat dari metal kemudian dicat pada bagian2 tertentu), dan tombol lainnya seperti yang ada pada DSLR.

SLR lebih sederhana, sistem electronicnya hanya berfungsi untuk pengaturan komposisi foto secara automatik (aperture, speed) bagi profesional pengaturan auto ini justru sering di non aktifkan, selebihnya perintah untuk menggulung film maju atau mundur secara automatis.



Pada SLR media penyimpan data gambar disimpan pada film 35MM (analog) tidak diperlukan proses digitalisasi, kompresi data sehingga gambar bisa langsung dilihat hasilnya pada film tersebut. Bila ingin memproses foto lebih lanjut gulungan film inilah yang dibawa ke laboratorium cuci cetak foto.

Sedangkan untuk melihat hasil foto pada DSLR kita harus memakai LCD atau monitor PC dan dibutuhkan software untuk bisa melihat hasil foto maupun editing, tetapi inilah keunggulan DSLR sehingga hasil foto langsung tersaji pada LCD yang tersedia pada tiap DSLR. Bila ingin memproses edit dan cetak foto maka tinggal menyerahkan memory card ke laboratorium cuci cetak foto untuk di copy ke PC mereka. Jadi "good bye" roll film bagi DSLR.

27 Juni 2010

Tutorial Fotografi for Beginner

Gara-gara pas pensi kemaren gue megang dslr Canon EOS 1000D (gadget idaman-________-), dan sempet jadi guru fotografi dadakan, minat fotografi gue muncul lagi.. tapi sayang bgt gue ngga punya dslr maupun slr.. intinya sih, percuma lo punya dslr atau slr kalo ngga tau dasar-dasarnya fotografi..

so, tengah malem sekitar jam 2, gue ngebrowse tutorial2nya, dan gue nemu dari salah satu blog seorang fotografer.. eh ngga deng 2 orang fotografer.. nah gue dapet ini, siapa tau ada diantara lo ada yang berminat dengan fotografi, boleh deh di baca :

Bagi para penggemar fotografi pemula atau yang lebih dikenal dengan sebutan new entry, dunia foto grafi mungkin merupakan suatu dunia baru yang cukup rumit. Kerumitan dalam dunia fotografi dimulai dari berbagai istilah yang tidak mengerti orang awam sampai dengan aturan-aturan komposisi. Dalam postingan kami kali ini, kami mencoba memberi tutorial sederhana tentang dasar pemahaman kamera dan teknik dasar fotografi untuk membantu para fotografer pemula yang baru mencoba dunia cahaya ini.

Fotografi itu apa?
Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.

Kamera SLR/DSLR?
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.
Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sens
or gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

Shutter Speed itu apa?
Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Kalau Aperture apa?
Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4

f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...


Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).

kesimpulannya adalah aperture ibarat besarnya bukaan keran air, dan shutter speed merupakan lama waktu keran itu dibuka, dan airnya adalah cahaya. jadi berapa banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor itu ditentukan oleh bukaan aperture serta kecepatan rana.

Mode DSLR/SLR


mode pada kamera DSLR cukup variatif,tergantung pada model dan merk kameranya, namun secara keseluruhan, mode yang ada pada kamera DSLR adalah:
M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.


A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesu
ai dengan besar aperture.


S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.


P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.


Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.


Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.


A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.


S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.


P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.


Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.


Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.


Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.


Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.


Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.


Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.


Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.


Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.


Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.


Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.


Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.


Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.

nah, ini yang gue maksud, komposisi dan teknik dasar dalam fotografi :

1. Depth Field
Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.

Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground:


Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada background:


Contoh berikut menunjukan DOF panjang/dalam dengan fokus pada foreground dan background:

2. Freeze
Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

Berikut contoh foto freeze:

freeze dengan bantuan flash :

freeze di outdoor (cahaya matahari) :

3. Movement
Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

Berikut contoh foto movement:






4. Panning
Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.

Contoh foto panning:


Cara foto panning:

Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.

5. Bulb
Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.

Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari:



nah, dari komposisi-komposisi diatas, yang baru gue kuasain sepenuhnya cuma D.O.F., soalnya itu yang paling simple.. haha itu pun minjem kamera sepupu.. wajarlah namanya pemula haha.. oke, just it, thankyou :D

http://kamerakemari.blogspot.com/